
Posting Pertama Menggunakan Static Site Generator
Per 1 Agustus 2026, blog ini sudah pindah ke WordPress lagi. Artikel ini sudah tidak relevan.
Setelah sekian lama menggunakan Blogger.com sebagai platform utama untuk menulis di blog ini, akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke Static Site Generator (SSG), tepatnya menggunakan Hugo.
Keputusan ini tidak saya ambil secara tiba-tiba. Sebenarnya sudah lama saya ingin pindah, cuma baru sekarang kesampaian. Berikut beberapa alasan yang membuat saya memilih SSG.
Alasan Pindah ke SSG
1. Blogger Sudah Tidak Ada Pengembangan dari Google
Walaupun masih bisa digunakan, Blogger sudah lama tidak mendapat update fitur besar. Blogger terasa stagnan, dan untuk jangka panjang saya ingin menggunakan platform yang lebih fleksibel dan berkembang.
2. Bisa Menulis Offline dengan Markdown
Saya lebih nyaman menulis di code editor seperti VS Code secara offline menggunakan format Markdown atau HTML. Konten juga lebih mudah dikelola secara lokal karena semua file tersimpan di komputer. Saya bisa mengatur struktur folder, memindahkan, atau mengedit konten tanpa harus membuka dashboard online.
3. Backup Super Mudah dengan Git
Karena SSG terintegrasi dengan Git, saya bisa melakukan backup otomatis setiap kali commit. Tidak perlu pusing mikirin backup konten lagi.
4. Website Lebih Cepat
SSG menghasilkan file HTML statis yang langsung dimuat oleh browser tanpa proses server-side rendering. Hasilnya, loading website jadi jauh lebih cepat.
5. Bisa Hosting Gratis
Dengan memanfaatkan layanan seperti Cloudflare Pages atau Cloudflare Workers, saya bisa hosting website secara gratis, cepat, dan dilengkapi CDN global.
Kelemahan SSG
Kalau kelebihannya sebanyak itu, pasti ada kekurangannya dong, Mas? Ada, dan berikut beberapa yang saya rasakan.
Pertama, tingkat kesulitannya lebih tinggi untuk pemula. Tidak seperti Blogger yang tinggal klik dan jadi, SSG butuh pengetahuan teknis. Minimal harus paham cara install, konfigurasi, dan deploy.
Kedua, tidak ada editor visual bawaan. Semua penulisan dan editing dilakukan di code editor. Bagi sobat yang terbiasa dengan editor WYSIWYG seperti di Blogger, pasti akan merasa ribet.
Ketiga, butuh setup awal yang cukup memakan waktu karena harus menyiapkan template, konfigurasi, struktur konten, dan lain-lain.
Template Blogger Premium Tetap Lanjut
Meskipun saya pindah ke SSG, bukan berarti saya meninggalkan Blogger sepenuhnya. Template Blogger premium yang saya jual di sugeng.id akan tetap saya perbarui. Rencananya, saya juga akan merilis beberapa template baru lagi.
Rencana Saya ke Depan
Ke depannya, saya berencana memindahkan sugeng.id ke SSG dan menggabungkan domain sugengblog.com ke sugeng.id. Untuk halaman member area pelanggan template, nantinya akan saya pindahkan ke subdomain member.sugeng.id supaya lebih rapi. Halaman member area tetap menggunakan WordPress karena saya memakai plugin Easy Digital Downloads untuk mengelola penjualan template.
Penutup
Meskipun saya sekarang menggunakan SSG, saya tidak mengajak sobat untuk ikut pindah juga. SSG bukan untuk semua orang, apalagi bagi blogger pemula yang baru mulai menulis. Platform seperti Blogger masih menjadi opsi terbaik karena mudah digunakan, dan fitur bawaannya juga sudah cukup lengkap.
Mungkin hanya sampai di sini saja postingan saya kali ini. Bagi sobat yang penasaran dengan SSG, silakan bertanya di kolom komentar. Terima kasih.



ada rencana share template SSG nya?
Tidak dishare